Ujian Hafalan Al-Qur’an perkelipatan 5 Juz dimulai dari minimal 3 juz sekali duduk, yang biasa di sebut dengan Tasmi’ Al-Qur’an Bil Hifdz. Melatih konsistensi menuju tasmi’ 30 Juz sekali duduk.
Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang mengingat ayat demi ayat, tetapi juga menjaga kesinambungan hafalan hingga seluruh 30 juz dapat terpelihara dengan baik. Salah satu tantangan besar bagi seorang hafizh/ah adalah ketika harus menyetorkan hafalan dalam jumlah besar — misalnya 5, 10, 15, atau bahkan 30 juz dalam satu kali duduk.
Untuk menghadapi hal ini, dibutuhkan latihan yang terukur dan bertahap. Salah satu metode efektif yang mulai banyak diterapkan adalah ujian hafalan perkelipatan 5 juz sekali duduk.
Metode Tasmi’ di Pondok Ibad Ar Rahman menerapkan sistem dimana santri/wati diuji untuk membaca hafalan sebanyak 5 juz tanpa melihat mushaf dalam satu tatap muka atau sekali duduk. Setelah lulus dengan lancar, ia naik ke tahap berikutnya — 10 juz, lalu 15, dan seterusnya, hingga akhirnya mampu membaca 30 juz sekali duduk.
Tujuan utama metode ini bukan hanya untuk menguji hafalan. Tetapi juga
Melatih stamina hafalan dan mental. Membaca 5 juz terus-menerus memerlukan fokus tinggi dan daya tahan pikiran. Membiasakan keutuhan susunan ayat. Sering kali hafalan kuat per juz, tapi lemah pada sambungan antarjuz. Maka, Ujian bertahap membantu memperkuat sambungan itu dan menumbuhkan rasa percaya diri. Setelah terbiasa membaca 5, 10, 15 juz, maka membaca 30 juz tidak lagi terasa mustahil. Meniru kebiasaan para huffazh terdahulu, banyak ulama dahulu meninjau hafalannya secara rutin dalam jumlah besar agar tetap kuat dan terjaga.

Berikut langkah-Langkah Pelaksanaan Tasmi’ di Ibad Ar Rahman :
– Penetapan Target Tahap Awal. Mulailah dari 3 juz yang paling kuat hafalannya. Misalnya Juz 30,29,28 atau Juz 1-3 (tergantung kenyamanan masing masing).
– Jadwal Rutin Tasmi’ di Ibad Ar Rahman di adakan setiap semester 1 kali. Sehingga para santri dan santriwati memiliki waktu yang cukup untuk murajaah (mengulang hafalan) sebelum ujian.
– Penguji dari kegiatan tasmi ini disimak oleh guru tahfizh (para muhafidz muhafidzah) dengan nilai KKM minimum 80 dengan sistem maksimum 20 kesalahan dalam 1 juz.
– Ujian ini naik bertahap secara otomatis. Bagi santri dan santriwati yang sudah mengikuti 3juz akan naik level ke 5 juz, lanjutkan ke 10, kemudian 15, hingga akhirnya 30 juz. Dengan tidak terterburu-buru; fokus pada ketepatan dan kelancaran.

Kegiatan _Tasmi’_ ini memiliki manfaat jangka panjang, Seperti :
– Konsistensi hafalan lebih terjaga. Karena hafalan diuji secara menyeluruh, bukan hanya per bagian kecil.
– Kekuatan mental terasah. Membaca 30 juz tanpa jeda panjang membutuhkan fokus luar biasa dengan latihan 5 juz per tahap untuk mempersiapkan hal itu.
– Persiapan untuk program tahfizh lanjutan. Baik lomba, wisuda tahfizh, maupun murojaah pribadi.
– Meningkatkan adab dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Proses panjang ini menumbuhkan rasa cinta dan penghormatan mendalam kepada Kalamullah.
Selamat kepada seluruh santri dan santriwati yang sudah lulus mengikuti tasmi Al-Qur’an Bil Hifdz di semester ganjil ini. _Barokallahu fiikum_



